Generasi Kedua Pelaut Bugis-Makassar

Seorang calon pelaut mengikuti simulasi melompat kelaut  dari atas kapal saat mengikuti Diklat  keterampilan dan keahlian pelaut  di Sekolah Tnggi Ilmu pelayaran (STIP) Jakarta, Sabtu (09/01/2016).
Asdar Basri (23) seorang calon pelaut asal Sulawesi selatan memasang kalung jangkar miliknya di Mess Pelaut Jalan Bugis, Jakarta,Selasa (22/12/2015). Asdar ingin mengikuti jejak dua orang saudara laki-lakinya yang terlebih dahulu telah menjadi pelaut.
Andi Ihwan (34) Pelaut asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel, di Mess Panrita Lopi, Jalan Bugis Jakarta, Selasa (26/01/2016). Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi pemasok pelaut dalam jumlah yang cukup tinggi.
Fahrul Fahrezi (20) dan  Mayang Adan Madaun (22) Dua taruna asal Bugis-Makassar berlatih menggunakan simulator kapal di Kampus Sekolah Tnggi Ilmu pelayaran (STIP) Jakarta, Rabu (06/01/2016).  Saat ini, ribuan pemuda dari Sulawesi Selatan bertebaran di sejumlah daerah untuk mengikuti sekolah pelayaran atau diklat keterampilan dan keahlian pelaut, agar bisa bekerja di kapal-kapal modern.
Sejumlah calon pelaut berlatih di kolam latih STIP Jakarta, Sabtu (09/01/2016). Industri maritim nasional masih membutuhkan pelaut, mulai jenjang nakhoda/kapten kapal, perwira/mualim, sampai anak buah kapal (ABK).
Suasana mes pelaut di Jalan Bugis, Jakarta,  Selasa 26/01/2016) . Jakarta merupakan salah satu kota tujuan utama bagi calon pelaut Bugis-Makassar untuk menuntut ilmu kemaritiman modern.
Rasmin (27), saat bersantai di rumah kosnya di Jalan Bugis, Jakarta, Minggu (15/12/2015) Pemuda asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, tersebut  telah menjadi pelaut sejak 2010. Saat ini, ia sedang cuti untuk mengikuti Upgrading Diklat Keahlian Pelaut di BP3IP, Jakarta.
Muhammad Ilham (25) saat berlayar dengan Kapal Motor Sentosa 201 di Perairan Laut Jawa,  Rabu (8/3/2016). Pria berdarah bugis ini telah berlayar sejak umur 20 tahun  dan mengatakan  tertarik menjadi pelaut karena ingn mengikuti jejak Almarhum ayahnya yang dulunya bekerja di peusahaan Pelayaran Nasional Indonesia.
M. Zulfikar Al Bugis (19) melintas di depan gambar kapal pesiar di Laboratorium Mesin STIP Jakarta, Rabu (06/01/2016). Selain bekerja di dalam negeri, banyak calon pelaut Bugis-Makassar yang bercita-cita bekerja di luar negeri
Gugun Setiawan (17), calon pelaut asal Sulawesi Selatan, tertidur di angkutan umum, Rabu (06/01/2016). Kesempatan bepergian ke sejumlah tempat baru, dan berharap mendapatkan  penghidupan yang lebih baik, menjadi alasan utama pemuda Bugis-Makassar ingin menjadi pelaut.